Allahu Akbar Allahu Akbar
Allahu Akbar Allahu Akbar
Bergetar hatiku mendengar suara lantang yang diteriakkan bilal
Itu adalah Suara Azan yang tak ku nantikan
Senja ini adalah senja yang tak ku inginkan
Aku duduk di atas sajadah dalam kamarku
Suara bilal itu telah memecah kesunyian yang aku rasakan
Sedari tadi aku hanya memandangi qur’an kecil yang aku pegang
Melantunkan ayat suci nan indah di dalam batin ini
Asyhadu allaa ilaaha ilallaah
Asyhadu allaa ilaaha ilallaah
Senja ini adalah senja yang membuatku tersentak
Tersentak menyadarkanku dalam refleksi ujung bulan ini
Refleksi yang baru aku lakukan pada hari ini
Hari ini adalah hari terakhir ku di bulan Ramadhan
Asyhadu anna muhammadar rasulullaah
Asyhadu anna muhammadar rasulullaah
Ya, Ramadhan akan pergi setelah selesainya Azan ini
Ramadhan akan meninggalkanku dalam kesendirian ini
Meski aku tahu, ia akan kembali lagi
Namun tak tahu, apakah bisa aku menjumpainya lagi
Hayya’alash shalaah
Hayya’alash shalaah
30 hari sudah aku lalui bersama dengan bulan ini
Bulan yang mulia nan suci dengan segala kemuliaannya
Rahmat, Hidayah dan Ampunan yang berlipat dibulan ini
Seolah aku enggan membiarkan suara bilal itu menyelesaikan azannya.
Hayya’alal falaah
Hayya’alal falaah
Aku tak mau merayakan kemenangan dengan berpisah dengan Ramadhan
Biarlah aku berada pada bulan suci ini untuk selamanya
Tak apa jika aku harus melawan hawa nafsuku selamanya
Berpuasa selamanya tidak menjadi soal untuk ku.
Allahu Akbar Allahu Akbar
Allah memang Maha besar
Dan Ia pasti bisa mengabulkan pintaku yang sederhana ini
Jangan pisahkan aku dengan Bulan Ramadhan Mu ini ya Rabb
Biarlah aku disini bersamanya untuk selamanya.
Laailaahailallaah
Itu adalah kalimah terakhir dari bilal
Bergetar kembali hatiku mendengarnya
Tak terasa sembari mengucap “laailaahailallaah”
Air mataku menetes jatuh ke qur’an kecilku ini
Untuk sesaat aku merasakan keheningan yang damai
Menikmati perpisahan yang menyakitkan ini
Tak terasa pipiku telah basah oleh air mata ini
Hidungkupun ikut merasakan penyakit pilek yang datang tiba-tiba
Ku basuh pipiku dengan tangan untuk menguatkan diri ini
Mencoba menerima kenyataan bahwa aku tak bisa
Tak bisa menahan Ramadhan untuk tetap menemaniku
Menemaniku dalam kesendirian ini
Tiba-tiba.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Suara Takbir
Laa ilaa ha illa allahu wa Allahu Akbar
Suara Tahlil
Allahu Akbar wa lillaahilhamd
Suara Tahmid
Hatiku kembali bergetar
Mendengar rangkaian lantunan takbir, tahlil, dan tahmid bilal itu
Kesedihan ini pun tak terbendung lagi
Air mata yang telah kuhapus, kini keluar kembali
Mengeluarkan debit air yang lebih banyak lagi
Ku cium sajadah, ku tempelkan dahiku
Aku bersujud seraya bedo’a :
“Kuatkan hamba ya Rabb
Atas perpisahan yang memilukan hati ini
Semoga engkau masih memberikan kesempatan kepada hamba
Untuk bertemu lagi dengan bulan Ramadhan Mu ini
Semoga hamba tidak akan lupa akan pelajaran
Pelajaran berharga yang diberikan oleh bulan Mu ini
Hawa nafsu yang sejatinya hamba punya
Bisa dan dapat dikendalikan asal hamba mau mengendalikannya
1 bulan yang hanya untuk latihan
Latihan mengendalikan hawa nafsu
Ujian sebenarnya adalah pada 11 bulan kedepan
Apa aku bisa menyempatkan diri untuk berpuasa.?
Apa aku bisa hadir dalam panggilan ke Masjid Mu,?
Apa aku bisa terus untuk bersedekah,?
Apa aku masih sempat untuk bangun di malam hari
Untuk sekedar bercumbu dengan Mu,?
Ketaatan yang aku tunjukan selama satu bulan ini
Apakah akan bertahan sebelas bulan kemudian,?
Ataukah aku hanya memanfaatkan lipatan ganjaran Mu saja
Dalam melaksanakan ketaatanku selama ini,?
Astagfirullahaladzim
Semoga aku bisa beristiqomah hingga akhir hayatku
Hingga aku bertemu dengan Mu di Syurga nanti
Jika ini adalah do’a terakhirku
Jadikanlah do’a ini sebagai do’a terbaik untuk ku
Hamba ikhlas melepas Ramadhan bersamaan dengan Takbir ini
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Laa ilaa ha illa allahu wa Allahu Akbar
Allahu Akbar wa lillaahilhamd”
Sajak ini aku persembahkan untuk seluruh umat Islam yang sedang berduka atas keberpisahannya dengan bulan Ramadhan 1437 H.
Semoga para saudaraku bisa bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun depan. Aamiin.
(Pemetung Basuki, 5 Juli 2016)