Pemuda kini
Doyan kritik tanpa solusi
Senang mencaci tak memuji
Tanpa pernah intropeksi diri
Inilah kedaan dewasa kini
Sebuah semangat yang terdegradasi
Pintar menganalisa dan menilai
Tanpa ada karya yang dicapai
Sebuah kritik adalah tanda kepedulian
Ungkapanku terhadap sebuah pemahaman
Pemahaman panjang dalam ciri esensial
Bukan dalam ciri aksidental
Pemuda kini memang pandai mengkritik
Supaya terlihat keren dan nyentrik
Mengikuti persoalan yang sedang trending
Mungkin mereka sudah tidak “iling”
Sebuah kritik sepatutnya dibarengi dengan resolusi
Resolusi dari permasalahan yang sedang dihadapi
Yang dihasilkan dari pengkajian yang mendalam
Juga dapat dipertanggung jawabkan
Tanggung jawab inilah yang telah hilang
Dari diri pemuda yang sekarang
Jika ditanya soal solusi permasalahan
Mereka hanya bisa diam
Pemuda kini seharusnya punya visi
Visi besar yang diperuntukkan kepada negri
Karena mereka juga harus ingat
Bahwa mereka adalah penerus estafet
Lebih lah bijak jika kini
Saatnya pemuda menyadari
Estafet itu akan tiba gilirannya
Dibidang apapun, kita lah yang akan melanjutkannya
Perjuangan kita dimulai dari sekarang
Tapi permasalahan kita bukanlah yang sekarang
Tetapi proyeksikanlah kedepan
10, 20, 30 tahun yang akan datang
Sekarang adalah saatnya kita belajar
Dari yang salah maupun yang benar
Tinggalkan yang buruk ambil yang baik
Demi masa depan nanti yang lebih “apik”
Juga saatnya kita terus berkarya
Dalam bidang kita sebisanya
Yang terpenting adalah kita
Terus mengabdi demi Indonesia
Jangan pernah hilang asamu
Sebab itu adalah semangatmu
Terus berdo’a kepada Sang Pencipta
Untuk Indonesia adil dan sentosa
(Cibubur, 28 Januari 2017)