Apa sudah tidak ada lagi secercah harapan?
Yang bisa kau berikan kepada ku duhai kekasih pujaan!
Walau aku ingin sekali bersamamu duhai kasih
Keinginan itu yang sekarang membuatku semakin perih
Sebuah keputusan besar sudah kau ambil
Yang kini tinggallah aku sendiri menggigil
Ditengah kesepian yang menemani diri
Tidak ada kehangatan yang dapat ku rasa kini
Meninggalkanku adalah jalan yang kau pilih
Bersamanya menghabiskan masa yang akan datang
Tidak kah kau sedikit mendengar suara lirih
Di dalam jiwaku yang malang
Walau aku sangat mencintaimu
Mungkin sudah saatnya aku merelakanmu
Untuk bahagia bersama dengan dirinya
Tanpa ada aku diantara kalian berdua
Bukan untuk meninggalkanmu
Bukan pula untuk menghapus cintaku
Apalagi untuk hapus kenangan di antara kita
Tapi untuk memastikan, bahwa aku menghargai dia
Dia, bahu sandaranmu saat kau dalam kelelahan
Dia, penghapus air matamu saat kau bersedih
Dia, pelingdungmu saat kau perlukan
Dia, sang nahkoda bahtera rumah tangga mu
Kini,
Kerelaan ku lah yang membuatku tetap kuat
Cinta tulus ku lah yang membuatku tetap tegar
Menyerahkan semuanya kepada sang Kuasa
Kututup catatan cinta ku untuk mu
Ku simpan rapi dalam memoriku
Aku harus tetap melanjutkan hidupku
Karena aku telah merelakanmu
(Bandar Lampung, 27 Maret 2017)