Manusia Yang Lupa

Oleh : Gus Sohe

Realitas yang dibelah sedemikian rupa

Telah menjadikan manusia lupa

Bahwa ia tak akan pernah bisa

Menghindari segala realitas yang memang apa adanya

Kebenaran yang selalu menjadi sebuah jargon

Kebaikan yang selalu menjadi postulat agung

Dan keindahan yang menjadi pelengkap 3 keesaan asas itu

Telah meninggalkan sisi lain dari sisi yang menjadi pelengkap sebuah realitas

Itu adalah kesalahan, keburukan, dan kejelekan

Kesalahan yang selalu di anggap bodoh

Keburukan yang selalu di anggap hina

Dan Kejelekan yang menyimbolkan rendahnya nilai

Apa yang membuat manusia melakukan hal itu?

Apa yang mendesak manusia agar berjalan dalam rel itu?

Apa juga yang membuat manusia memiliki tujuan ke arah itu?

Apa yang ia cari sebenarnya?

Tidakkah bisa manusia menerima realitas ini apa adanya?

Apakah manusia tak mampu hidup untuk hidup seperti hidup itu sendiri?

Hidup yang tanpa penilaian yang selalu mendegradasikan hidup?

Hidup berdasarkan esensi hidup yang hidup dalam kehidupan itu sendiri?

Sudah lama kita bersikap tak sopan terhadap realitas ini

Sudah lama mental pembelah realitas ini diwariskan

Kepada kita yang sejatinya tidak tahu apa apa

Tidak juga tahu soal apa yang telah terwariskan kepada kita

Maukah kita membuka diri dengan realitas ini?

Memeluk erat segala tanpa pemisahan diri?

Membuang gen yang sejatinya adalah gen paksaan

Mengambil gen yang pernah kita buang, dalam masa kepolosan kita

Tidak tahu adalah kealamian kita

Mahu tahu adalah juga kealamian kita

Menjadi tahu adalah bukti bahwa kita

Memang benar benar tidak tahu

(Cibubur, 26 Desember 2016)