Tak perlu menoleh jauh kemana-mana untuk belajar
Tengoklah diri sendiri jika kau ingin benar
Sebuah pelajaran yang sejatinya dekat
Sangat dekat dengan kita sendiri
Waktu adalah instrumen pembelajaran ini
Jika kau bisa merecall setiap kejadian yang pernah kau alami
Atau melihat langsung dengan cara mencari
Goresan-goresan sejarah yang pernah kau tinggali
Aku telah mendapatkan goresan goresan itu
Goresan yang menjadi prasasti perjalanan kehidupan ku
Semua ini bisa aku telik di dalam tulisan-tulisan ku
Setidaknya, ada serpihan ingatan yang akan bangkit berkat nya.
Semula tulisan ku adalah bentuk ungkapan rasa
Sentimental itu menjadi stimulus menulisku
Tapi belakangan terpengaruh oleh sebuah refleksi akan sebuah realita
Yang menuntut penggunaan penuh rasionalitas ku
Hampir bisa dipastikan,
Sentimental itu bertendensi dengan kedinamisan
Sedang rasionalitas bertendensi dengan kestagnanan
Itu adalah konklusi awal ku sekarang
Sikap-sikap dan tindakan ku yang berdasar sentimental
Akan saling berkontradiksi secara radikal dari waktu ke waktu
Sedang saat rasionalitas membimbing sikap dan tindakanku
Bersifat stagnan dan malah konstruktif
Inilah pelajaran yang aku dapat dari waktu
Waktu itu, waktu ini, dan waktu nanti
Dan itu adalah nama lain dari masa lalu, masa kini, dan masa depan
Hanya masa kinilah yang tak ilusif
Tetapi ilusi dari masa lalu itu bisa memberi pelajaran
Dan ilusi masa depan bisa memberi setetes harapan
Yang perlu diingat adalah,
Banyak belajar dan sedikit berharap itu kebijaksanaan yang ada
Kita tak akan kembali ke masa lalu
Dan kita tak di tuntut maju ke masa depan
Yang benar-benar kita alami adalah masa kini
Masa dimana kita hidup yang perlu dihidupi dengan kesadaran
Menengok kebelakang tidak lah salah
Menengok ke depan juga bukan sebuah larangan
Tetapi lihatlah tempat berdirimu kini
Bukankah itu yang harus di hidupi??
Ada orang yang terjebak dalam kesalahan menyikapi masa lalu
Dan banyak yang tak bijak dengan berlebih menanti masa depan
Semua itu adalah jaring ilusi dari delusi
Yang menutupi realita yang real
Hiduplah jika kau ingin hidup
Sadarilah hidupmu yang real kini
Kau yang sedang membaca tulisan ini
Dan aku yang menyelesaikan tulisanku
(Cibubur, 28 Juli 2017)