Semacam gejolak yang timbul dari sebuah rangsangan
Rangsangan luar realita atau dalam perenungan
Dari gejolak itu lahirlah sebuah ekspresi
Sebagai apresiasi dari lukisan yang tak terlukiskan
Lukisan itu pun bersimponi dengan tari
Meninggalkan tanda jejak yang abadi
Dalam polosnya bidang putih nan bersih
Tersirat sebuah upaya yang letih nan jerih
Jejak itu terawetkan tanpa formalin
Sebuah keajaiban kecil nan akbar yang tak dibikin – bikin
Bak sebuah keniscayaan yang masih bisa mengganggu pikiran
Walau kita terlampau sering melakukan
Pernahkah kau mendengar suara yang tak berbunyi?
Yang terdengar begitu kencang di telinga kita!
Suara tanpa bunyi itu adalah kata
Yang terhimpun dalam tulisan ini
Ini adalah tentang sebuah tulisan
Yang lahir dari sebuah curahan pikiran
Atau kadang ungkapan perasaan
Dari seorang yang merasakan kegelisahan
Kegelisahan datang dari dua pintu
Rangsangan realita atau sebuah perenungan
Dan aku baru menemukan pintu yang yang ketiga
Yaitu saat dua pintu itu tertutup, tanpa bisa terbuka
Kegelisahan dalam ke tak gelisahan
Itu adalah pintu ketiga dalam kegelisahan
Pernah kah kau mengalami hal ini?
Sungguh ini benar-benar aku alami
Tulisan ini lah yang menjadi saksi
Bahwa aku telah lama berdiri
Di depan pintu yang baru aku temukan
Dan kini, coba ku lukiskan kepada kalian
Tulisan ini bukanlah sebuah kegelisahan biasa
Tapi adalah kegelisahan yang luar biasa
Seperti yang coba aku katakan
Kegelisahan dalam ke tak gelisahan
Ntah bagaimana lagi aku bisa mengatakannya
Dengan suara ku yang tanpa kata
Juga dengan kata ku yang tanpa suara
Tulisan inilah yang akan menyampaikan
Sebuah niatan yang sukar dikerjakan
Dengan,
Bersuara tanpa kata
Berkata tanpa suara
(Bandar Lampung, 21 Februari 2017)