Malam ini kembali alam pikiranku kau kuasai
Mekipun intensitas penguasaan itu ialah 5 dari 100 %
Tapi yakinlah itu sungguh membuatku tak nyaman
Karena ada kuasa lain selain diri
Yang bisa menguasai pikiran ini
Karena ada yang bisa mengalihkan segala sensasi yang terbentuk
Bak lubang penghisap air yang mampu menarik segalanya
Mungkin aku tahu pangkalnya
Sensasi akan kampung halaman adalah penyebabnya
Karena di dalam pikiran ini engkaulah label dari kampung halamanku
Aku secara tak sengaja mengaitkanmu dengan itu
Mungkin perlu evaluasi
Evaluasi pengikatan label dalam pikiran ini
Karena ini sudah mulai menggangguku
Menggangu setiap kesan-kesan duniaku
Tapi dengan kejadian ini
Aku bisa mengayun kembali momentum yang berhenti perlahan
Merefleksikannya dalam pikiran ini
Dan mencurahkannya lewat tulisan
“My Enigma Lady”
Judul yang tepat untuk tulisan ini
Hasil curahan dari refleksi soal ini
Menurut kepercayaan umum
Kita diciptakan secara berpasangan
Bagi kaum adam ada satu tulang rusuk yang mesti ia cari
Dan untuk kaum hawa ada satu masa yang selalu ia nanti
Bertemu dalam sebuah ikatan yang suci
Pernikahan, umum menyebutnya
Penyatuan, aku melabelinya
Seperti halnya sebuah keniscayaan
Pernikahan itu ada
begitulah umum memandangnya
Tapi menurutku
Penyatuan hanya sebatas adat yang belum tergoyahkan
Bahkan aku masih belum bisa untuk mencoba
Mencoba menggoyahkannya
Satu prinsip yang eksis adalah
Naluri untuk berkembang biak
Dan mempertahankan spesies dari ancaman kepunahan
Prinsip dasar makhluk hidup.!
Dan aku tak menyangkalnya
Karena memang disana terdapat alasan yang bersifat rasional
Dan tak mungkin menyangkal kerasionalan itu
Karena itu manifestasi dari eksistensi diri
Dan untuk ku
Mungkin aku masih akan mengikuti ritual Penyatuan ini
Sampai aku dapat menujukkan sebuah bukti
Bukti paradoksal rasionalitas prinsip ini
Yaitu keirasionalitasannya
Tak mungkin aku bisa
Merefleksikan sebuah fakta yang tak aku rasa
Empirisme ilusif, pengabstakkan sudut pandang
Tak bisa dipakai untuk persoalan ini
Hanya satu jalan,
Ya hanya satu jalan untuk merefleksikannya
Yaitu menjadikan itu sebuah empirisme diri
Yang harus dilalui
My enigma lady
Kau yang pernah memberi kesan dalam hidup ini
Terutama soal sentimental yang ada di dalam diri
Rasa yang selama ini aku simpan di dalam hati
My enigma lady
Keambiguan label yang aku beri kepadamu
Bukanlah sebuah kebetulan
Tetapi kesengajaan dalam dari esensi.
Kemisterian diri, keteka-tekian diri
Apakah akan terwujud dalam keeksistensianmu
Keterlibatan dirimu dalam menjalani enigma penyatuan
Itu juga mengisi salah satu sayap keambiguan itu
Tapi entahlah, siapa yang tahu akan waktu
Kecuali waktu itu sendiri
Biarlah waktu yang akan menjawab
Apakah memang dirimu yang menjadi enigma lady ku.?
Dan apakah enigma penyatuan ini bisa kita pecahkan lady ku,?
Aku harap aku tidak banyak berharap
Karena harapan ini adalah bentuk lain dari kekecewaan
Yang akan nampak wujudnya saat tak sesuai dengan kenyataan
Tetapi karena refleksi ini
Penolakan genjatan pikiran dengan Sang Transendental
Mulai melemah dan mengusulkan untuk masuk ke dalam meja runding
Meja runding yang pasti menghasilkan penjanjian genjatan pikiran
Antara aku dan Sang Trasendental
Jika kami menyepakatinya tentunya.
Aku hanya menawarkan satu penawaran
Jika memang dua pertanyaan enigma diatas terjawab
Terjawab atas nama waktu
Aku pastikan aku akan menaati genjatan pikiran itu
Itu sumpah ku
Jadi, waktu.!
Bersiaplah menjawab enigma ini
Enigma terakhir dari ku
“MY ENIGMA LADY”
(19 April 2018)