Saat rinduku tak kunjung sampai
Hanya harap dan ingin yang terpendam dalam pikiran
Disaat itulah kau mengambil kuasa atas duniaku
Ya.. Dunia yang selama ini aku jalani
Melalui kuasa pikiranku ini
Seenaknya kau renggut dalam ilusi kebahagiaan yang kau beri
Ntah apa yang ada dan nyata dibalik ilusi itu
Diriku pun tak tau apa itu ilusimu atau hanya delusiku
Yang aku sadari saat ini adalah kemabukan diri terhadapmu
Yang termanifestasikan dalam rindu
Aku telah lama tak bertemu dengan mu
Telah lama juga 5 indraku tak dirangsang sensasi tentangmu
Dari itu aku tak tau bagaimana kabar dirimu
Bagai enigma pamungkas yang saat ini aku geluti
Esensi rindu ini tak aku mengerti
Yang ku tau adalah ciri eksistensi
Yaitu aku rindu setengah mati
Biarlah aku terbuai dalam ilusi ini
Ilusi yang sedikit menghibur hati
Dari rongrong hiruk pikuk dunia mati
Aku sangat menikmati
Mungkinkah angin dapat membawa asa
Menyampaikan setitik rinduku melampaui ruang dan waktu
Karena memang kita tak satu ruang, apa lagi satu waktu
Hanya imajinasi yang melakukannya
AKU RINDU AKAN MU
AKU RINDU AKAN MU
AKU RINDU AKAN MU
Sembari kupejamkan kedua mataku
Ku lafalkan 4 kata suci yang terulang 3 kali
Sebagai puncak ilusi rindu ku padamu
Sekali lagi aku ingin melafalkannya
AKU RINDU AKAN MU
(Bandar Lampung, 17 Mei 2016)
Sajak ini aku persembahkan untuk mu yang sedang aku rindukan. Aku menitipkannya kepada angin, berharap ia akan menyampaikannya kepadamu. Walau aku tak pernah tau bagaimana kabarmu. Ku berharap kebaikan selalu menyertaimu. Dariku yang selalu merindumu. Untukmu yang selalu ku rindu.