Surat Untuk Tuhan

Bandar Lampung, 01 Januari 2016

Perihal : Tuntutan Keadilan Murni

Kepada :

Yth. Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta

Di Tempat

Dengan Hormat,

Berkenaan dengan semakin bertambahkanya usia saya dan semakin berkurangnya masa saya hidup di dunia ini, karena sudah suatu keniscayaan untuk semua makhluk yang pernah melewai pintu lahir, pasti akan melewati juga pintu mati yang nantinya akan lahir kembali di kehidupan yang selanjutnya. Dan bisa dikatakan semakin lama kita hidup terhitung dari saat kita melewati pintu lahir semakin dekat juga kita dengan pintu kematian itu sendiri dan akan melewati pintu lahir lahir kembali dan memasuki hidup kembali.

Dikarenakan hipotesis yang telah banyak dipercaya oleh makhluk yang berjenis manusia dimana saya merupakan salah satunya, saya sebagai manusia yang merendahkan diri kepada Sang Penciptanya (jika memang ada) mengajukan surat “Tuhan Keadilan Murni” yang berisi :

  1. Jika memang benar Engkau, Tuhan yang dielukan sebagai Sang Pencipta alam Semesta itu ada dan Engkau mempunyai hari, yang hari itu dinamakan hari pengadilan sebagaimana yang telah termaktub dalam semua hipotesis yang diberikan oleh ajaran agama. Sudah semestinya Keadilan yang akan dijalankan tidak mengenal Konsep Kenal Ringan, dimana konsep itu akan lebih menitik berat sebelahkan seseorang dengan dasar pengenalan atas keadilan yang diberikan.
  2. Memberikan keadilan dengan seadil-adilnya dengan tidak menggunakan konsep subjektifitas, karena akal dan budi saya mengidealkan bahwa keadilan itu bersifat objektif dengan tidak memandang ciri aksidental tetapi lebih melihat ciri esensial yang dilakukan oleh subjek yang akan di adili.

Demikian Surat Tuntutan Keadilan Murni ini saya sampaikan atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih dan semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk kebijaksanaan Tuhan sekalian.

Dan atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih dan atas kata yang kurang berkenan saya ucapkan mohon maaf sebesar-besarnya.